PORTAL

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 03 Agustus 2018

Rubah pandangan arti "ketindisan"menurut para ahli

Apakah anda pernah mendengar soal ketindisan?

Dan sobat mistis pernah mengalaminya???
Berarti kita sama seramnya.
kali ini mari kita kupas pemahaman tentang kata "ketindisan" mari kita kupas.

  menurut cerita versi sobat jaman old ketindisan itu di sebabkan oleh mahluk halus ,ketika tidur kita lupa berdoa,
Tapi menurut para ahli ketindisan merupakan kelumpuhan pada saat tidur yang di sebut SLEEP PARAlYSIS.
kelumpuhan tidurmerujuk pada keadaan ketidak mampuan bergerak ketika sobat tidur ataupun ketika bangun tidur.

  Seseorang yang mengalami kelumpuhan tidur biasanya akan mengalami masalah untuk menggerakkan anggota badan, tidak bisa mengeluarkan suara dan sebagainya. Kelumpuhan tidur biasanya juga disertai dengan halusinasi seram atau mimpi buruk.
Kelumpuhan tidur terjadi dalam keadaan sobat sedang setengah tidur, sedang tertidur lelap, ataupun dalam keadaan terjaga sewaktu mengalami kelumpuhan tidur. Kondisi ini umumnya terjadi bila sobat tidur menelentang atau menghadap ke atas, yang ditandai dengan merasa sesak napas seperti dicekik, dada sesak, badan tidak bisa bergerak dan sulit bersuara.

  Patofisiologi kelumpuhan tidur belum diidentifikasi secara konkret, namun ada beberapa teori mengenai apa yang menyebabkan seseorang bisa mengalami kelumpuhan tidur. Yang pertama berasal dari pemahaman bahwa kelumpuhan tidur adalah parasomnia yang disebabkan oleh tidak sejalannya fase REM dan bangun tidur, dengan kata lain, otak masih dalam kondisi tidur tetapi tubuh ingin bangun, sehingga tubuh tidak bisa digerakkan.
Studi polisomnografi menemukan bahwa sobat yang mengalami kelumpuhan tidur memiliki masa tidur REM yang lebih pendek dari biasanya. Studi ini juga menyatakan bahwa tidak teraturnya pola tidur dapat memicu terjadinya kelumpuhan tidur, karena malafungsi tidur REM biasanya terjadi saat pola tidur terganggu.
Selain itu, penelitian lainnya menemukan bahwa kurang tidur juga bisa menyebabkan terjadinya kelumpuhan tidur.
Berdasarkan gelombang otak, tidur terbagi dalam 4 tahapan. Tahapan itu adalah tahap tidur paling ringan (masih setengah sadar), tahap tidur yang lebih dalam, tidur paling dalam dan tahap REM. Pada tahap REM inilah mimpi terjadi. Saat kondisi tubuh terlalu lelah atau kurang tidur, gelombang otak tidak mengikuti tahapan tidur yang seharusnya; dari keadaan sadar ke tahap tidur paling ringan, kemudian langsung melompat ke tahap REM. Oleh sebab itu, ketika otak tiba-tiba terbangun dari tahap REM tetapi tubuh belum, di sinilah kelumpuhan tidur terjadi. Individu merasa sangat sadar, tetapi tubuh tak bisa bergerak. Ditambah lagi dengan adanya halusinasi munculnya sosok lain yang sebenarnya merupakan karakteristik dari mimpi.
Kelumpuhan tidur sering diiringi oleh halusinasi seram (hipnopompik atau hipnagogik) dan perasaan takut yang teramat sangat. Ketakutan penderita terhadap kelumpuhan tidur terutama berasal dari jelasnya halusinasi yang dialaminya. Elemen halusinasi saat mengalami kelumpuhan tidur membuat seseorang cenderung menafsirkan pengalaman tersebut sebagai mimpi, karena objek-objek yang tidak masuk akal mungkin muncul di dalam kamar dalam pandangan mata kasar seseorang.

Saat kelumpuhan tidur terjadi, seseorang sering mengalami halusinasi, seperti melihat sosok atau bayangan hitam di sekitar tempat tidur. Oleh sebab itu, fenomena ini sering dikaitkan dengan hal-hal mistis.
Di firlandia dan swedia, kelumpuhan tidur diyakini disebabkan oleh MARE, makhluk supernatural yang berkaitan dengan incubi dan succubi. Menurut kepercayaan setempat, mare adalah seorang wanita yang dikutuk dan tubuhnya dibawa secara misterius saat ia tidur dan tanpa ia sadari. Ia kemudian mengunjungi penduduk desa dan menduduki tulang iga mereka saat mereka tertidur, yang menyebabkan mereka mengalami mimpi buruk.
Di turki, kelumpuhan tidur disebut dengan karabasan, versi lain dari cerita mengenai kunjungan setan saat tidur.
Di thaiand, diyakini bahwa kelumpuhan tidur disebabkan oleh hantu dari cerita rakyat Thailand yang dikenal dengan phin am
Di indonesia  kelumpuhan tidur dikenal dengan kena tindih atau ketindihan (setan).
Di budaya meksiko, disebut se me subio el muerto dan dipercaya sebagai kejadian adanya arwah orang meninggal yang menempel pada seseorang.
Di budaya jepang, disebut kanashibari, yang secara literatur diartikan mengikat sehingga diartikan seseorang diikat oleh makhluk halus.

Sebagian negara juga mempercayai mitos tersebut.bagaimana dengan sobat mistis .???

Alat ukur yg di gunakan dalam pemetaan

Ada beberapa alat ukur yg tdidak banyak kita ketahui sobat learning.

Alat ukur tersebut terbagi atas 3 sobat semua,yaitu:
- Alat ukur sederhana
- Alat ukur optik
- Alat ukur elektronik

#. Alat ukur sederhana
    Alat ukursederhana merupakan alat ukur tanah yang penggunaannya satu ienis alat hanya dapat mengukur satu macam ukuran, penggunaannya sesuai dengan fungsinya masing masing. misalnya pita ukur untuk mengukur jarak, kampas untuk mengukur arah/ sudut datar dan Clinometer untuk mengukur kemiringan/ sudut vertical.

-KOMPAS
Kompas sebagai penunjuk arah atau azimuth dalam pengukuran dan pemetaan tanah.
    Kompas bekerja berdasarkan gaya medan magnet. Pada kompas selalu terdapat sebuah magnet sebagai komponen utamanya. Magnet tersebut biasanya berbentuk sebuah jarum penuniuk. Saat magnet penunjuk tersebut berada dalam keadaan bebas, maka akan mengarah ke utara selatan magnet bumi. Inilah yang dijadikan dasar dalam pembuatan kompas dan alat navigasi berbasis medan magnet yang lain.

-Clinometer


  Alat sederhana untuk mengukur sudut elevasi antara garis datar dan sebuah garis yang menghubungkan sebuah titik pada garis datar tersebut dengan titik puncak (ujung) sebuah objek. Aplikasinya digunakan untuk mengukur tinggi (panjang) suatu objek dengan memanfaatkan sudut elevasi. Dengan kata lain fungsi atau kegunaannya adalah untuk menentukan besar sudut elevasi dalam mengukur tinggi obyek secara tidak langsung. Clinometer sebagai penunjuk teknis untuk mengetahui kemiringan dalam pengukuran dan pemetaan tanah. 

-Meteran
  disebut juga sebagai pita ukur atau tape atau bisa disebut juga sebagai rol meter adalah alat yang digunakan untuk mengukur jarak atau panjang. Meteran juga berguna untuk mengukur sudut, membuat sudut siku-siku, dan juga dapat digunakan untuk membuat lingkaran.Rol meter sebagai alat untuk mengetahui jarak dalam pengukuran dan pemetaan tanah.
Satuan yang digunakan dalam meteran adalah mm atau cm, feet atau inchi. Pita ukur atau meteran tersedia dalam ukuran panjang 10 meter, 15 meter, 30 meter sampai 50 meter. Pita ukur biasanya dibagi pada interval 5 mm atau 10 mm.

#.Alat ukur optik
   Ala ukur optik adalah alat ukur tanah yang dilengkapi dengan optik dan merupakan suatu kesatuan alat yang dapat mengukur beberapa macam ukuran, misalnya untuk mendapatkan data jarak sudut horizontal dan kemiringan/ sudut vertikal cukup dengan hanya satu alat yaitu theodolite

#Alat ukur elektronik
   adalah alat ukur tanah dengan menggunakan gelombang infra merah (GeAs-diode) yang tidak dapat dilihat. Gelombang ini melewati jarak yang diukur pulang pergi hampir sama dengan kecepatan cahaya, sebagian dari gelombang-gelombang yang diterima oleh suatu prisma reflector akan dikembalikan ke obyektif pesawat penerima dan difokuskan atas suatu foto diode. Pada meter getaran frekwensi diukur perbedaan getaran frekwensi antara gelombang yang dipancarkan dengan gelombang yang ditangkap oleh refleksi sasaran. Perbedaan ini menentukan jarak antara alat ukur tanah dan sasaran.
Penggunaan alat ukur tanah selalu disesuaikan dengan maksud dan tujuan suatu pengukuran. Pengukuran yang memerlukan ketelltian yang tinggi dengan yang tidak memerlukan ketelitian, maka jenis alat akan berbeda. Dalam bidang survey pemetaan dan pengukuran tanah telah banyak dlbuat peralatan mengukur sudut, baik digunakan untuk mengukur sudut atau didesain untuk keperluan lain. Dalam buku ini akan dibahas 3 (tiga) alat yang berhubungan erat dengan pengukuran dan pemetaan digital yaitu Global Positioning System (GPS).

Pengertian dan sejarah pengukuran dan pemetaan areal hutan

Selamat Pagi,siang dan malam sobat learning.
Dibawah ini adalah pengertian dan uraian mengenai topik kita pada pencarian materi mengenai Pengukuran dan pemetaan lahan menurut buku referensi tahun ajaran 2013 sobat learning.

   #.Pengertian dan sejarah Pengukuran dan Perpetaan Areal Hutan.

llmu Ukur Tanah atau Pengukuran Terestris adalah salah satu Ilmu yang paling tua dan sangat penting yang sudah dipraktekkan manusia, karena sudah sejak dahulu kala telah dxrasakan perlunya menandai batas-batas dan pemetakkan tanah. Catatan sejarah paling kuno yang ada dan langsung

menyangkut pokok masalah pengukuran tanah, menuniukkan bahwa
ilmu ini bermula dari Mesir kuno. Herodotus menyatakan bahwa Sesostris (1400 SM.), telah mempetak-petakkan tanah di Mesir menjadi kaplingkaphng untuk tu|uan perpaiakan. Dan kemudian ketika banyir sungai Nil menyapu tanda-tanda batas sebagian dari kapling-kapling tersebut, para juru ukur ditugaskan untuk mengukur dan menata kembali tanda-tanda batasnya.
Iuru ukur kuno ini disebut perentang tali, karena mereka melakukan pengukuran dengan tali yang diberi tanda pada setiap satuan jarak. Berawal dari Mesir kuno, maka Heron (120 tahun SM.), seorang pemikir Yunani kuno mengembangkan Ilmu ukur (Geometri) yang

selaniutnya diterapkan dalam Ilmu Ukur Tanah atau pengukuran terestris.

Perkembangan selanjutnya dari ilmu pengukuran ini adalah datang dari orang-orang Romawi. Kemampuan rekayasa orang-orang Romawi ditunjukkan oleh pekerjaan-peken'aan pengukuran lahan dan konstruksi, peralatan-peralatan yang |eb|h teliti dikembangkan dan digunakan antara lain groma digunakan untuk membidik dan hbella; suatu rangka berbentuk huruf ”A" dengan sebuah bandul (unting-unting) yang digunakan untuk menyipat datar serta chrobates sebuah batang lurus horizontal kira-kira sepanjang 8,75 m dengan kaki-kakl penyangga dan sebuah lekukan tepat dltengah-tengah bagian atas berisi air yang berfungsi sebagai nivo. Selanjutnya sampai selama abad pertengahan, ilmu orang-orang Yunani

dan Romawi tersebut dlpela)ari dan dikembangkan oleh orang-orang Arab.

Dalam abad 19 llmu pengukuran lahan maiu pesat, kebutuhan peta-peta dan batas-batas teritorial menyebabkan Inggris dan Perancis serta kemudian negara-negara Eropa lainnya melaksanakan pengukuran permukaan bumi yang lebih luas dan lebih teliti. Selama Perang dunia ke I dan ]! ilmu pengukuran serta peralatan dasarnya digunakan dan dlkembangkan secara makSImaI untuk keperluan militer, sehingga dalam banyak hal terdapat perbaikan instrumen-instrumen dan metoda yang

dipakai dalam melaksanakan pengukuran dan pemetaan Wilayah.
ilmu ini bermula dari Mesir kuno. Herodotus menyatakan bahwa Sesostris (1400 SM.), telah mempetak-petakkan tanah di Mesir menjadi kaplingkaphng untuk tu|uan perpaiakan. Dan kemudian ketika banyir sungai Nil menyapu tanda-tanda batas sebagian dari kapling-kapling tersebut, para juru ukur ditugaskan untuk mengukur dan menata kembali tanda-tanda batasnya. Iuru ukur kuno ini disebut perentang tali, karena mereka melakukan pengukuran dengan tali yang diberi tanda pada setiap satuan jarak. Berawal dari Mesir kuno, maka Heron (120 tahun SM.), seorang pemikir Yunani kuno mengembangkan Ilmu ukur (Geometri) yang

selaniutnya diterapkan dalam Ilmu Ukur Tanah atau pengukuran terestris.

Perkembangan selanjutnya dari ilmu pengukuran ini adalah datang dari orang-orang Romawi. Kemampuan rekayasa orang-orang Romawi ditunjukkan oleh pekerjaan-peken'aan pengukuran lahan dan konstruksi, peralatan-peralatan yang |eb|h teliti dikembangkan dan digunakan antara lain groma digunakan untuk membidik dan hbella; suatu rangka berbentuk huruf ”A" dengan sebuah bandul (unting-unting) yang digunakan untuk menyipat datar serta chrobates sebuah batang lurus horizontal kira-kira sepanjang 8,75 m dengan kaki-kakl penyangga dan sebuah lekukan tepat dltengah-tengah bagian atas berisi air yang berfungsi sebagai nivo. Selanjutnya sampai selama abad pertengahan, ilmu orang-orang Yunani dan Romawi.

   Sekarang. pemetaan dengan kamera foto udara, citra satelit dan alat GPS, telah menggantikan metode pengukuran terristris untuk wilayah yang luas,misalnya pada kegiatan penetapan tmk-titik kontrol geodesi.
Akan tetapi untuk Wilayah yang lebih sempit peralatan dan metode-metode pengukuran terrisrns masih tetap penting dan belum tergantikan,
misalnya untuk menetapkan batas-batas pemilikan tanah pribadi dan tanah negara, pengukuran guna pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan dan penataan hutan,
perencanaan dan pemanfaatan hutan, rehabilitasi lahan dan konservasi tanah, pengukuran konstruksi untuk pembangunan jaringan jalan, jembatan, bendungan, pembangunan kota dan pemukiman

baru dan lain-lain.

Kegiatan pengukuran tanah dalam rangka pengumpulan data lapangan untuk keperluan penyajian peta dan profil tanah dengan benar dan balk, antara lain dltentukan oleh jenis alat ukur tanah yang digunakan. ]enis alat ukur tanah yang digunakan disesuaikan dengan tujuan pengukuran dan ketelitian yang dnnginkan atau dipersyaratkan dalam tujuan tersebut, hal ini berkaltan dengan metode dan teknik pengukuran yang dilaksanakan serta ketelitian alat ukur. Alat ukur tanah adalah semua alat ukur yang dapat dipergunakan untuk penyipat datar atau penyipat ruang di atas permukaan tanah (terrestris).

Begitulah pengertian dan sejarah singkatnya sobat learning.
Jika ada masukan atau kritikan silakan tulis di komentar.