Selamat Pagi,siang dan malam sobat learning.
Dibawah ini adalah pengertian dan uraian mengenai topik kita pada pencarian materi mengenai Pengukuran dan pemetaan lahan menurut buku referensi tahun ajaran 2013 sobat learning.
#.Pengertian dan sejarah Pengukuran dan Perpetaan Areal Hutan.
llmu Ukur Tanah atau Pengukuran Terestris adalah salah satu Ilmu yang paling tua dan sangat penting yang sudah dipraktekkan manusia, karena sudah sejak dahulu kala telah dxrasakan perlunya menandai batas-batas dan pemetakkan tanah. Catatan sejarah paling kuno yang ada dan langsung
menyangkut pokok masalah pengukuran tanah, menuniukkan bahwa
ilmu ini bermula dari Mesir kuno. Herodotus menyatakan bahwa Sesostris (1400 SM.), telah mempetak-petakkan tanah di Mesir menjadi kaplingkaphng untuk tu|uan perpaiakan. Dan kemudian ketika banyir sungai Nil menyapu tanda-tanda batas sebagian dari kapling-kapling tersebut, para juru ukur ditugaskan untuk mengukur dan menata kembali tanda-tanda batasnya.
Iuru ukur kuno ini disebut perentang tali, karena mereka melakukan pengukuran dengan tali yang diberi tanda pada setiap satuan jarak. Berawal dari Mesir kuno, maka Heron (120 tahun SM.), seorang pemikir Yunani kuno mengembangkan Ilmu ukur (Geometri) yang
selaniutnya diterapkan dalam Ilmu Ukur Tanah atau pengukuran terestris.
Perkembangan selanjutnya dari ilmu pengukuran ini adalah datang dari orang-orang Romawi. Kemampuan rekayasa orang-orang Romawi ditunjukkan oleh pekerjaan-peken'aan pengukuran lahan dan konstruksi, peralatan-peralatan yang |eb|h teliti dikembangkan dan digunakan antara lain groma digunakan untuk membidik dan hbella; suatu rangka berbentuk huruf ”A" dengan sebuah bandul (unting-unting) yang digunakan untuk menyipat datar serta chrobates sebuah batang lurus horizontal kira-kira sepanjang 8,75 m dengan kaki-kakl penyangga dan sebuah lekukan tepat dltengah-tengah bagian atas berisi air yang berfungsi sebagai nivo. Selanjutnya sampai selama abad pertengahan, ilmu orang-orang Yunani
dan Romawi tersebut dlpela)ari dan dikembangkan oleh orang-orang Arab.
Dalam abad 19 llmu pengukuran lahan maiu pesat, kebutuhan peta-peta dan batas-batas teritorial menyebabkan Inggris dan Perancis serta kemudian negara-negara Eropa lainnya melaksanakan pengukuran permukaan bumi yang lebih luas dan lebih teliti. Selama Perang dunia ke I dan ]! ilmu pengukuran serta peralatan dasarnya digunakan dan dlkembangkan secara makSImaI untuk keperluan militer, sehingga dalam banyak hal terdapat perbaikan instrumen-instrumen dan metoda yang
dipakai dalam melaksanakan pengukuran dan pemetaan Wilayah.
ilmu ini bermula dari Mesir kuno. Herodotus menyatakan bahwa Sesostris (1400 SM.), telah mempetak-petakkan tanah di Mesir menjadi kaplingkaphng untuk tu|uan perpaiakan. Dan kemudian ketika banyir sungai Nil menyapu tanda-tanda batas sebagian dari kapling-kapling tersebut, para juru ukur ditugaskan untuk mengukur dan menata kembali tanda-tanda batasnya. Iuru ukur kuno ini disebut perentang tali, karena mereka melakukan pengukuran dengan tali yang diberi tanda pada setiap satuan jarak. Berawal dari Mesir kuno, maka Heron (120 tahun SM.), seorang pemikir Yunani kuno mengembangkan Ilmu ukur (Geometri) yang
selaniutnya diterapkan dalam Ilmu Ukur Tanah atau pengukuran terestris.
Perkembangan selanjutnya dari ilmu pengukuran ini adalah datang dari orang-orang Romawi. Kemampuan rekayasa orang-orang Romawi ditunjukkan oleh pekerjaan-peken'aan pengukuran lahan dan konstruksi, peralatan-peralatan yang |eb|h teliti dikembangkan dan digunakan antara lain groma digunakan untuk membidik dan hbella; suatu rangka berbentuk huruf ”A" dengan sebuah bandul (unting-unting) yang digunakan untuk menyipat datar serta chrobates sebuah batang lurus horizontal kira-kira sepanjang 8,75 m dengan kaki-kakl penyangga dan sebuah lekukan tepat dltengah-tengah bagian atas berisi air yang berfungsi sebagai nivo. Selanjutnya sampai selama abad pertengahan, ilmu orang-orang Yunani dan Romawi.
Sekarang. pemetaan dengan kamera foto udara, citra satelit dan alat GPS, telah menggantikan metode pengukuran terristris untuk wilayah yang luas,misalnya pada kegiatan penetapan tmk-titik kontrol geodesi.
Akan tetapi untuk Wilayah yang lebih sempit peralatan dan metode-metode pengukuran terrisrns masih tetap penting dan belum tergantikan,
misalnya untuk menetapkan batas-batas pemilikan tanah pribadi dan tanah negara, pengukuran guna pengukuhan kawasan hutan, penatagunaan dan penataan hutan,
perencanaan dan pemanfaatan hutan, rehabilitasi lahan dan konservasi tanah, pengukuran konstruksi untuk pembangunan jaringan jalan, jembatan, bendungan, pembangunan kota dan pemukiman
baru dan lain-lain.
Kegiatan pengukuran tanah dalam rangka pengumpulan data lapangan untuk keperluan penyajian peta dan profil tanah dengan benar dan balk, antara lain dltentukan oleh jenis alat ukur tanah yang digunakan. ]enis alat ukur tanah yang digunakan disesuaikan dengan tujuan pengukuran dan ketelitian yang dnnginkan atau dipersyaratkan dalam tujuan tersebut, hal ini berkaltan dengan metode dan teknik pengukuran yang dilaksanakan serta ketelitian alat ukur. Alat ukur tanah adalah semua alat ukur yang dapat dipergunakan untuk penyipat datar atau penyipat ruang di atas permukaan tanah (terrestris).
Begitulah pengertian dan sejarah singkatnya sobat learning.
Jika ada masukan atau kritikan silakan tulis di komentar.
Jumat, 03 Agustus 2018
Home »
» Pengertian dan sejarah pengukuran dan pemetaan areal hutan
Pengertian dan sejarah pengukuran dan pemetaan areal hutan
Agustus 03, 2018
No comments






0 komentar:
Posting Komentar